Files
RayLab-Core/Docs/Phase-11-Scaling-Strategy.md
T
2026-07-30 09:41:42 +07:00

4.6 KiB

RayLab Core Phase 11 --- Scaling Strategy

Tujuan

Fase 11 mendefinisikan strategi pengembangan jangka panjang RayLab Core agar mampu berkembang dari sistem yang melayani kebutuhan pribadi menjadi platform yang dapat menangani lebih banyak aplikasi, pengguna, layanan, dan integrasi tanpa perlu mengubah arsitektur dasarnya.

Dokumen ini menjadi acuan untuk menjaga skalabilitas teknis maupun organisasi proyek.


Prinsip Skalabilitas

  • Bangun untuk kebutuhan saat ini, rancang untuk kebutuhan masa depan.
  • Modular sebelum distributed.
  • Scale up terlebih dahulu, scale out bila diperlukan.
  • Hindari premature optimization.
  • Pertahankan kompatibilitas ke belakang (backward compatibility) jika memungkinkan.

Tahapan Skalabilitas

Tahap 1 --- Single Server

Karakteristik:

  • Satu instance RayLab Core.
  • Satu PostgreSQL.
  • Satu Redis.
  • Docker Compose.

Cocok untuk homelab dan pengembangan awal.


Tahap 2 --- Multi Service

Mulai memisahkan layanan pendukung.

Contoh:

  • Database terpisah.
  • Monitoring terpisah.
  • Backup terpisah.
  • Worker background.

Tujuan:

Mengurangi coupling antar layanan.


Tahap 3 --- Horizontal Scaling

Jika beban meningkat:

  • Menjalankan beberapa instance RayLab Core.
  • Menggunakan reverse proxy atau load balancer.
  • Session dipindahkan ke Redis.
  • Stateless API menjadi syarat utama.

Modular Growth

Modul baru harus dapat ditambahkan tanpa mengubah modul yang sudah ada.

Contoh:

  • AI
  • Notification
  • Billing
  • Home Automation
  • Marketplace Adapter

Integrasi dilakukan melalui service dan adapter yang sudah ada.


Adapter Expansion

Seluruh integrasi eksternal mengikuti pola Adapter.

Contoh:

  • Nextcloud
  • Jellyfin
  • Immich
  • Gitea
  • Forgejo
  • Home Assistant
  • Ollama
  • Future services

Tidak ada business logic di dalam adapter.


Database Scaling

Strategi bertahap:

  1. Optimasi query.
  2. Indexing.
  3. Connection pooling.
  4. Read replica (jika diperlukan).
  5. Sharding hanya jika benar-benar dibutuhkan.

Perubahan dilakukan bertahap berdasarkan kebutuhan nyata.


Storage Scaling

Storage harus mendukung penambahan kapasitas tanpa mengubah business logic.

Contoh:

  • HDD tambahan.
  • NAS.
  • Object Storage (masa depan).

Storage Layer menjadi abstraksi terhadap media penyimpanan.


API Evolution

Strategi pengembangan API:

  • Gunakan versioning.
  • Hindari breaking changes.
  • Tandai endpoint lama sebagai deprecated.
  • Dokumentasikan seluruh perubahan.

Performance Strategy

Fokus optimasi:

  • Query database.
  • Caching Redis.
  • Background Job.
  • Lazy Loading.
  • Pagination.
  • Batch Processing.

Optimasi dilakukan berdasarkan hasil monitoring.


Observability

Seiring pertumbuhan sistem:

  • Logging terstruktur.
  • Metrics.
  • Health Check.
  • Audit.
  • Distributed tracing (jika diperlukan).

Maintainability

Setiap modul harus:

  • Memiliki dokumentasi.
  • Memiliki test.
  • Mengikuti coding convention.
  • Mengikuti layered architecture.

Refactoring dilakukan secara bertahap tanpa mengubah kontrak publik.


Long-Term Vision

RayLab Core dirancang agar dapat berkembang menjadi platform yang mendukung:

  • Banyak aplikasi.
  • Banyak pengguna.
  • Banyak domain.
  • Banyak adapter.
  • Banyak layanan.

Dengan tetap mempertahankan satu pusat Identity & Access Management dan satu standar arsitektur.


Hasil Akhir Fase 11

Pada akhir fase ini, RayLab Core memiliki strategi skalabilitas yang jelas untuk pertumbuhan jangka panjang. Arsitektur yang telah dibangun pada fase-fase sebelumnya dapat diperluas tanpa perubahan mendasar sehingga sistem tetap modular, konsisten, dan mudah dipelihara.