# RayLab Core Phase 10 --- Deployment & Operations ## Tujuan Fase 10 mendefinisikan standar deployment dan operasional RayLab Core agar sistem dapat berjalan stabil, aman, mudah dipelihara, serta siap digunakan sebagai layanan 24/7 pada infrastruktur RayLab. Dokumen ini menjadi acuan implementasi lingkungan produksi maupun pengembangan. ------------------------------------------------------------------------ # Prinsip Operasional - Infrastructure as Code. - Docker sebagai standar deployment. - Zero manual configuration di production. - Monitoring dan observability menjadi bagian dari sistem. - Backup dan recovery harus dipersiapkan sejak awal. - Deployment harus dapat diulang (repeatable). ------------------------------------------------------------------------ # Environment RayLab Core memiliki beberapa lingkungan: - Development - Testing - Staging (opsional) - Production Setiap environment memiliki konfigurasi yang terpisah. ------------------------------------------------------------------------ # Container Architecture Komponen utama: ``` text raylab-core postgres-raylab redis ``` Komponen pendukung: ``` text nginx-proxy-manager cloudflared / gateway homepage uptime-kuma ``` Semua service berada pada Docker Network yang telah ditentukan. ------------------------------------------------------------------------ # Deployment Workflow ``` text Git │ ▼ Build │ ▼ Test │ ▼ Docker Image │ ▼ Deployment │ ▼ Health Check ``` Deployment baru dianggap berhasil apabila health check lulus. ------------------------------------------------------------------------ # Configuration Management - Gunakan `.env` untuk konfigurasi. - Secret tidak boleh di-hardcode. - Konfigurasi dibaca melalui Config Module. - File `.env.example` disediakan untuk dokumentasi. ------------------------------------------------------------------------ # Logging Semua log menggunakan format terstruktur. Minimal mencatat: - Timestamp - Request ID - Level - Module - Message - Error (jika ada) Log aplikasi dipisahkan dari log container. ------------------------------------------------------------------------ # Monitoring Monitoring dilakukan menggunakan layanan RayLab: - Uptime Kuma - Grafana - Prometheus Metrik yang dipantau: - CPU - RAM - Disk - Response Time - Error Rate - Health Endpoint ------------------------------------------------------------------------ # Health Check Setiap service menyediakan endpoint: ``` text GET /health ``` Health check minimal memverifikasi: - Database - Redis - Internal Service - Adapter penting ------------------------------------------------------------------------ # Backup Strategy Backup dilakukan secara berkala untuk: - PostgreSQL - Docker Volume - Konfigurasi - Dokumentasi - Migration Backup disimpan pada media penyimpanan terpisah sesuai strategi RayLab. ------------------------------------------------------------------------ # Disaster Recovery Prosedur pemulihan minimal mencakup: 1. Restore database. 2. Restore konfigurasi. 3. Restore volume. 4. Jalankan container. 5. Verifikasi health check. Targetnya adalah waktu pemulihan yang cepat dan terdokumentasi. ------------------------------------------------------------------------ # Security Baseline Deployment harus memenuhi standar minimum: - HTTPS - Secret melalui environment - Tidak mengekspos port yang tidak diperlukan - Container berjalan dengan hak akses minimum jika memungkinkan - Update dependency secara berkala ------------------------------------------------------------------------ # Maintenance Aktivitas rutin: - Update dependency - Update Docker image - Review log - Review backup - Verifikasi monitoring - Verifikasi dokumentasi ------------------------------------------------------------------------ # Operational Checklist Sebelum production: - Docker berjalan normal. - Health check lulus. - Backup aktif. - Monitoring aktif. - Logging aktif. - Dokumentasi diperbarui. - Migration terbaru diterapkan. ------------------------------------------------------------------------ # Hasil Akhir Fase 10 Pada akhir fase ini RayLab Core memiliki standar deployment dan operasional yang konsisten untuk lingkungan pengembangan maupun produksi. Seluruh proses deployment, monitoring, backup, logging, dan pemeliharaan terdokumentasi sehingga sistem siap dijalankan sebagai layanan inti ekosistem RayLab.